This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 26 Oktober 2011

Beras Panawuan Garut


Beras Panawuan merupakan salah satu beras unggulan yang dihasilkan di kampung panawuan Kec. Tarogong Kidul  Garut dengan jenis sebutan lokal pandan wangi. Namun jenis beras tersebut, secara besar-besaran dikembangkan di kabupaten Cianjur sejak puluhan tahun lalu, sehingga dikenal dengan beras Cianjur, padahal asal muasalnya dari kampung Panawuan Garut, sebagaimana diakui
Kadin Tanaman Pangan Kabupaten Garut H Tatang Hidayat, MP.
Sumber : bloggergarut

Khas Garut Lainnya

Coklat Dodol Garut


Seperti yang telah banyak kita ketahui, Garut merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki panorama pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan. Bahkan ada sebutan, kalau Bandung kita kenal dengan sebutan paris van java, begitu juga dengan Garut orang-orang sering menyebutnya dengan sebutan swiss van java. Kenapa di sebut demikian karena Garut termasuk area yang di kelilingi oleh gunung-gunung yang sangat sejuk di pandang mata seperti halnya keadaan topografis di negara Swiss yang memiliki banyak areal pegunungan.

Selain itu Garut juga memiliki kekayaan kuliner yang tidak kalah menariknya dengan ke indahan alamnya, contoh nya saja makanan yang paling khas dari Garut yaitu dodol, sebagian orang bahkan telah menganalogikan dodol dengan Garut, karena jenis makanan dodol sudah menjadi ciri khas dan menjadi salah satu icon makanan untuk kota Garut.

Tetapi dalam perkembangannya ternyata dunia kuliner di Garut melalui banyak sekali perkembangan, ini terbukti dengan munculnya jenis makanan baru asli kreasi dari kota Garut,varian makanan ini di namakan Chocodot (dibaca: cokodot.) jenis makanan ini muncul dari ide brilian seorang ahli kuliner asli putra Garut beliau bernama Kiki Gumelar, beliau membuat terobosan baru dengan dasar pemikiran ingin membuat jenis makanan baru tanpa harus meniggalkan tradisi makanan khas Garut (dodol) , maka terciptalah Chocodot (dibaca: cokodot.) pada dasarnya bahan yang di gunakan terdiri dari dua jenis coklat, yaitu dark chocolate dan white milk chocolate kemudian secara garis besar bahan coklat ini di kombinasi dengan bahan dodol asli Garut, maka terciptalah varian baru dari coklat yang di beri nama Chocodot (dibaca: cokodot.) .
Sumber 

DODOL GARUT




Dodol memang banyak ragamnya dan pembuatannya menjadi tradisi di beberapa daerah. Misalnya ada dodol Betawi, dodol Cina, dodol nanas Subang, dan ada pula dodol Garut. Namun dibandingkan dengan dodo]-dodol lain, mungkin dodol Garut paling banyak dikenal saat ini. Bukan hanya di Garut, tetapi di tingkat nasional pun dodol ini sudah diketahui sebagai makanan khas dari Garut. Belakangan, dodol Garut juga diekspor ke mancanegara. 


Seperti dodol-dodol lainnya, dodol Garut awalnya merupakan makanan tradisional yang dibuat dalam industri rumahan. Oleh karena itu, sangat sulit untuk meneliti siapa yang pertama kali membuat jenis dodol ini. Yang jelas dodol Garut sudah dikenal sejak zaman Belanda. Zaman itu, banyak noni-noni Belanda yang pandai membuat dodol, baik untuk makanan sendiri di rumah maupun untuk dijual. Seiring perkembangan zaman, dodol Garut kini diproduksi secara modern. Salah satu jenis dodol Garut yang sangat dikenal adalah dodol merk Picnic. Dodol Picnic diproduksi secara modern oleh PT Herlina Cipta Pratama di sebuah pabrik yang cukup besar di Jl. Pasundan Garut. Dodol ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi sebagian diekspor ke mancanegara. 

Sukses yang diraih Dodol Picnic tidak diperoleh begitu saja. Dodol khas Garut ini bisa dikenal seperti sekarang karena perjuangan yang gigih dan panjang Haji Iton, pengusahanya. Dalam sejarahnya Dodol Picnic pernah gonta-ganti merk dan kemasan sebagai akibat dari persaingan dan pengaruh pasar. Pertama kali dodol ini menggunakan merk Halimah. Tahun 1950, merknya diganti menjadi dodol Fatimah. Empat tahun kemudian, yakni pada 1954, merknya diganti lagi menjadi dodol Purnama. Bungkusnya pun berubah-ubah. Awalnya hanya menggunakan kertas biasa. Kemudian diganti dengan kertas minyak dan plastik PVC. 

Dari dodol Purnama berganti merk lagi menjadi dodol Herlina yang kemasannya mulai menggunakan kertas duplek. Namun merk dodol Herlina pun tidak bertahan lama, karena kemudian diubah lagi menjadi dodol Picnic hingga sekarang. Merk dodol Picnik kemudian dipatenkan pada tanggal 14 Juli 1959. Kesuksesan pengusaha dodol Picnic meraih pasar dalam dan luar negeri banyak mendorong pengusaha dodol lainnya untuk memproduksi dodol serupa. Tak heran jika kemudian di Garut banyak ditemukan berbagai merk dodol dengan kemasan yang sangat mirip. 

Kenyataan ini membuat pengusaha dodol Picnic harus berpikir keras agar dodolnya tetap memiliki karakter yang khas dan bisa dibedakan dengan dodol-dodol lain yang sejenis. Oleh karena itulah, dodol Picnic kemudian didaftarkan ke Departemen Kesehatan dan kemasannya dirancang sedemikian rupa sehingga terkesan elegan dan variatif. 

Sejatinya dodol Garut banyak ragamnya. Ada dodol ketan, dodol kacang, dodol buah-buahan, ada pula angleng. Jika kita berkunjung ke toko-toko penjual oleh-oleh khas Garut, akan kita temui berbagai ragam dodol Garut dalam kemasan yang berbeda. Jika dodol ketan dan buah - buahan dibungkus dengan kertas minyak atau plastik, dodol kacang dan angleng biasanya dibungkus dengan daun jagung kering. 
sumber : garutpedia

Oleh-oleh Garut lainnya

JERUK GARUT



Citra Kabupaten Garut sebagai sentra Produksi Jeruk di Jawa Barat khususnya dan nasional pada umumnya, diperkuat melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 760/KPTS.240/6/99 tanggal 22 Juni 1999 tentang Jeruk Garut yang telah ditetapkan sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional dengan nama Jeruk Keprok Garut I. Penetapan tersebut pada dasarnya menunjukkan bahwa Jeruk Garut merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan nasional yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas maupun kuantitas produksinya.


Sudah sejak lama, jeruk Garut telah popular dan menjadi trademark Kabupaten Garut. Oleh karena itu, sesuai dengan Perda No. 9 Tahun 1981, jeruk garut telah dijadikan sebagai komponen penyusun lambang daerah Kabupaten Garut. Selain sebagai buah ciri khas Kabupaten Garut, jeruk merupakan komoditas sub-sektor pertanian tanaman pangan yang mempunyai prospek cukup cerah dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Sebagai komoditas unggulan khas daerah, Jeruk Garut mempunyai peluang tinggi untuk terus dikembangkan karena keunggulan komparatif dan kompetitifnya serta adanya peluang yang masih terbuka luas. Dengan berbagai usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya, Jeruk Garut akan mampu bersaing dengan produk sejenis baik pada tingkat l nasional seperti halnya Jeruk Medan, Jeruk Pontianak serta jeruk impor seperti Jeruk Mandarin dan Jeruk New Zealand.

Sebagai daerah sentra produksi jeruk, Pemerintah Kabupaten Garut yang didukung oleh pihak-pihak terkait terus berusaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksinya. Saat ini belum ada sumber yang melaporkan kapasitas jeruk garut secara spesifik. Menurut petani jeruk yang dihubungi pihak garutkab.go.id, pada masa jayanya, daerah penghasil Jeruk Garut terbaik adalah daerah Cigadog, Wanaraja yang kini masuk ke dalam wilayah Kecamatan Sucinaraja. Sumber tersebut mengakui kejayaan Jeruk Garut musnah ketika daerahnya diselimuti abu hasil letusan Gunung Galunggung yang ketebalannya mencapai 1 meter lebih.

Perlu diakui bahwa kejayaan Jeruk Garut dulu tidak bisa dirasakan seutuhnya kini. Sebagai gambaran kejayaannya, pada akhir tahun 1987 populasi jeruk masih tercatat 1,3 juta pohon yang tersebar di lahan seluas kurang lebih 2.600 hektar dengan jumlah produksi yang dihasilkan kurang lebih 26.000 ton/tahun. Namun, dalam kurun waktu 5 tahun kemudian, populasinya menurun drastis. Pada akhir tahun 1992 tinggal sekira 52.000 pohon. Sehingga tidaklah mengherankan kalau saat ini, kita tidak melihat deretan penjual jeruk Garut di sepanjang jalan Bandung - Garut, atau kita tidak akan menemukan pedagang asongan di dalam bis yang menjajakan jeruk Garut asli.

Menurunnya populasi jeruk Garut secara extrim lebih diutamakan karena serangan penyakit citrus vein phloem degeneration (CVPD) yang bersumber dari sebuah bakteri (bukan virus) bernama lybers bacteri aniaticum. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti Jepang, Prancis, dan LIPI diketahui bahwa bakteri yang menggerogoti tanaman jeruk tidak menular lewat tanah ataupun biji yang diambil dari tanaman jeruk yang terserang penyakit, tetapi ditularkan melalui serangga sejenis kutu loncat jeruk (diaphorina citry). Kutu loncat jeruk menularkan penyakit dengan cara mengisap cairan daun berpenyakit, kemudian mengisap daun jeruk yang sehat. Sekarang tinggal bagaimana memberantas serangga penular secara efektif agar penyakit ini tidak menyebar luas.

Terungkapnya sumber penyakit ini, membuat Pemkab Garut melangkah pasti dalam melakukan upaya rehabilitasi jeruk Garut yang salahsatunya melakukan upaya pengembangan produksi di lokasi nonendemis.. Upaya dari Pemkab Garut dan para petani itu perlahan tetapi pasti sudah mulai menampakkan hasil. Kini, telah ditanam kembali lebih dari 1.000.000 pohon jeruk atau sekira 40% dari target di atas lahan seluas 1.000 ha yang tersebar di Kecamatan Samarang, Pasirwangi, Bayongbong, Cisurupan, Cilawu, Karangpawitan, Pameungpeuk, Cikelet, Cisompet, dan Cibalong. Semoga upaya ini akan mengembalikan kembali produktivitas Jeruk Garut sebagai salah satu identitas Kabupaten Garut.
sumber : garutkab

Sambel Cibiuk


Menurut sumber yang tersebar di masyarakat Kecamatan Cibiuk, bahwa resep sambel Cibiuk dibawa dari  Arab. Terlepas benar atau tidaknya, sambel yang dibuat di kecamatan cibiuk ini mempunyai perbedaan dengan sambal-sambal lainnya karena dibuat dari bahan: tomat hijau, serawung, cabe rawit dan bumbu lainnya. Walaupun pedas tetapi tidak akan
menimbulkan panas pada perut yang menkonsumsinya. Karena terkenalnya, maka sekarang restoran dengan menu sambel Cibiuk sudah ada di berbagai kota besar khususnya Bandung dan Jakarta. Sambal Cibiuk mulanya hanya disajikan bila ada tamu Istimewa atau Agung. Jaman dahulu sambal ini hanya dapat dinikmati oleh masyarakat Cibiuk dan para pejabat saja, tetapi seiring perkembangan peradaban maka sekarang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan. Rumah makan sambal Cibiuk yang ada saat ini di Kecamatan Cibiuk adalah keturunan-keturunan langsung dari pemegang resep Sambal Cibiuk yang khas. Akan tetapi untuk sekadar mengenal saja seperti apa sambal Cibiuk, Anda dapat memesannya di berbagai rumah makan di Garut Kota, Tarogong dan sekitarnya misalnya di Jl. OTISTA dan Jl. Veteran.
Sumber : bloggergarut

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites